Rabu, 23 Agustus 2017

Standar Kompresi

Standar MPEG dikembangkan oleh Moving Picture Experts Group, kelompok kerja yang dibentuk oleh International Standards Organizations (ISO) dan International Electro-technical Commision (IEC) untuk menciptakan standar representasi digital gambar bergerak dan audio dan data lain yang terkait. Dengan menggunakan MPEG-1 (spesifikasi yang dirilis tahun 1992) , Anda dapat mengirimkan 1,2 Mbps (megabit per second) video dan 250 Kbps (kilobit per second) audio stereo dua channel mengunakan teknologi CD-ROM. MPEG-2 (spesifikasi yang dirilis tahun 1994), merupakan sistem yang benar-benar berbeda dari MPEG-1, memerlukan kecepatan data lebih tinggi (3 sampai 15 Mbps), namun dapat mengirimkan resolusi image, kualitas gambar, format video interlaced, skalabilitas multiresolusi, dan fitur audio multi channel yang lebih tinggi. MPEG-2 merupakan standar kompresi video yang dibutuhkan untuk televisi digital (DTV) dan pembuatan DVD. Beberapa bentuk standar MPEG menjadi metode pilihan untuk mengenkode image bergerak karena standar MPEG telah diterima secara luas baik untuk Internet maupun Video DVD dan dimasukkan ke dalam spesifikasi DTV. Akan tetapi, perusahaan yang berbeda juga mengimplementasikan variasi berbeda dari standar MPEG sehingga sulit untuk menunjuk pada satu standar yang menjadi metode pilihan yang disukai. Misalnya, Microsoft menggunakan video MPEG-4 sebagai satu dari codec videonya, namun video tersebut hanya mendukung porsi video MPEG-4 dar spesifikasi MPEG-4. Spesifikasi MPEG semenjak MPEG-2 memasukkan elemen di luar pengaturan encoding video. MPEG- 4 (spesifikasi yang dirilis tahun 1998 dan 1999) menyediakan metode berbasis isi untuk hyperlinking, querying, browsing, uploading, downloading, dan penghapusan fungsi, namun juga “Coding pencakokan data natural dan sintetis” yang memungkinkan integrasi yang harmonis dari objek audiovisual yang natural dan sintetis. Dengan MPEG-4, tersedia berbagai view, layer dan soundtrack dari sebuah scene, seperti stereoscopic dan gambar 3-D. Hal ini membuat realitas virtual dapat bekerja. MPEG-4 dapat mengatur bermacam-macam kecepatan download, membuatnya menjadi opsi menarik untuk pengiriman video di Web. Sebuah kelompok bernama Internet Streaming Media Alliance (ISMA) merilis spesifikasi terbuka untuk streaming Internet berbasis MPEG-4 di akhir 2001. MPEG-7 (spesifikasi yang dirilis tahun 2002), disebut Multimedia Content Description Interface, selangkah lebih maju dengan mengintegrasikan informasi tentang image, suara, atau elemen gerak video yang digunakan dalam komposisi — informasi yang telah ada dalam standar MPEG-4 – dengan bagaimana elemen tersebut digunakan. Elemen deskriptf MPEG-7 dapat digunakan untuk mendeskripsikan fitur-fitur sederhan seperti warna dan gerak dengan menggunakan Descriptor, atau isi dengan level lebih tinggi seperti ekspresi wajah, karakteristik kepribadian, atau berbagai variabel isi terkait dengan menggunakan Description Schemes. Salah satu keuntungan dari implementasi standar ini adalah kemampuannya untuk secara cepat mencari melalui arsip-arsip video untuk memperoleh tipe video yang sangat spesifik. Digital Right Management (DRM), isu krusial untuk kreator isi, ditujukan untuk MPEG-21, yang saat ini sedang dalam pengembangan . MPEG-21 menyediakan apa yang oleh MPEG disebut sistem Intellectual Property Management and Protection (IPMP). Gagasannya adalah, ketika Anda memperoleh apa yang disebut Digital Item (sepotong isi; misalnya, sebuah image di web yang anda klik kanan untuk di-download), file akan memberitahu Anda ke mana harus pergi untuk mencari pemegang hak tersebut. (http://www.mpeg.org)
Perbandingan
omparison
MPEG-1
Disahkan November 1991
kualitasVHS
Video CD
CD- ROM
Bandwidth Menengah (up to 1.5Mbits/detik)
– 1.25Mbits/detik video 352 x 240 x 30Hz
– 250Kbits/detik audio (2 jalur)
Non-interlaced video
MPEG-2
Disahkan November 1994
Kualitas DVD
Digital TV
Digital Versatile Disk (DVD)
Bandwidth Tinggi (up to 40Mbits/detik)
Sampai 5 jalur audio (surround sound)
frame sizes yang lebih lebar (termasuk HDTV)
interlaced video
MPEG-3
MPEG-3 digunakan untuk aplikasi HDTV dengan dimensi sampai dengan 1920 x 1080 x
30Hz, tetapi, telah ditemukan bahwa MPEG-2 bekerja dengan sangat baik untuk HDTV. Sekarang
HDTV merupakan bagian dari MPEG-2.
MPEG-4
Disahkan Oktober 1998
Kualitas dapat disesuaikan
Berdasarkan pada format file QuickTime
Dapat digunakan baik di telepon seluler maupun di televise satelit.
Bandwidth sangat rendah (64Kbits/detik)
176 x 144 x 10Hz
Dioptimalkan untuk videophones

Jumat, 27 November 2015

Cara Menggunakan Adobe Audition 1.5 untuk menghilangkan vokal penyanyi pada lagu karaoke

Adobe Audition 1.5 merupakan suatu aplikasi yang dirancang khusus untuk mempermudah kita dalam memproses data berupa lagu maupun dalam perekaman. Dimana salah satu kehandalan dari aplikasi ini adalah, dapat digunakan sebagai alat untuk menghilangkan vokal penyanyi pada lagu karaoke (sehingga hanya meninggalkan instrument musiknya saja)
Mungkin langsung saja saya akan menjelaskan tahap tahap penggunaannya Adobe Audition 1.5 ini :

1. Tentukan lagu karaoke yang akan dihilangkan vokal penyanyinya, lalu pada Adobe Audition 1.5 klik menu File - Open - Cari dimana anda menyimpan lagu karaoke tersebut - Jika sudah mendapatkan lagunya tekan OPEN


2. Blok bagian ruas lagu antara atas atau bawah yang terdapat vokal penyanyinya, lalu bagian yang diblok(terdapat vokal penyanyinya) dihapus (delete)


3. Klik Menu Edit - Convert Sample Type - Ubah Channel menjadi Mono(50%,50%), sample rate (44100), Resolution (16) - Klik OK.


4. Kembali Klik menu edit - Convert Sample Type - Ubah Channel menjadi Stereo (100%,100%), sample rate (44100), Resolution (16) - Klik OK.


5. Pastikan semua sudah berjalan dengan benar. Klik Play untuk mendengar hasilnya


6. Lakukan tahap penyimpanan, Klik Menu - File Save as - Tentukan dimana anda akan menyimpan data ini - Klik Save .

Finish, Itu lah dia tahap tahap untuk menghilangkan vokal penyanyi pada lagu karaoke

CARA MENGEDIT LAGU MENGGUNAKAN ADOBE AUDITION

Cara Mengedit Lagu Menggunakan Adobe Audition
1.      Buka aplikasi Adobe Audition yang terdapat pada PC.
2.      Setelah aplikasi terbuka, pilihlah sebuah lagu yang akan di edit dengan klik menu  File-Open-Pilih  file.
3.       Kemudian jalankan lagu dengan mengklik tombol play pada layar.
4.      Blok sebagian lagu pada layar yang ingin dijadikan ringtone. Untuk memastikan  bagian lagu yang akan dijadikan ringtone, klik menu play yang terdapat pada kota layar bawah. Apabila bagian yang telah diblok belum sesuai dengan keinginann, maka tarik tab kuning yang terdapat di layar sampai lagu yang akan diedit sesuai pada posisinya.
5.      Setelah bagian lagu yang akan dijadikan ringtone telah sesuai dengan keinginan, lalu klik kanan, pilih Copy to new. Sehingga muncullah menu file pada layar kiri aplikasi.
6.      Langkah selanjutnya adalah memperhalus suara yang ditampilkan dengan menu fade in dan fade out.
·         Menu fade in berfungsi untuk memperhalus suara yang ditampilkan saat awal lagu dimainkan.
·         Menu fade out berfungsi untuk memperlembut/memperhalus suara yang ditampilkan di akhir lagu, sehingga laguyang telah dipotong tersebut terdengar sama dengan sebuah lagu utuh yang asli(tanpa editan).
7.      Blok sedikit bagian awal lagu, kemudian pilih menu Favorites-fade in. Begitu pula dengan langkah selanjutnya. Blok bgia akhir lagu yang akan diperhalus tampilannya deng klik Favorites-Fade out.
8.      Untuk mengubah tampilan suara lagu, maka kita dapat mengatur pitch lagu tersebut dengan cara klik Effect-Time/ Pitch-Stretch
·         Untuk membuat suara yang ditampilkan terdengar sedikit berat bahkan lebih, maka kita dapat mengatur pitch pada posisi lower pitch, begitu pun sebaliknya. Jika kita menginginkan lagu yang terdengar sedikit bernada tinggi, maka aturlah posisi pitch pada posisi higher pitch. Untuk memastikan pengaturan lagu telah sesuai dengan yang digunakan, maka klik preview, kemudianOK.
·         Constant Stretch berfungsi mengubah tempo lagu atau pitch sebuah lagu dari awal sampai akhir.
·         Gildig Stretch berfungsi mengubah tempo lagu atau pitch sebuah lagu secara beubah-ubah dari awal sampai akhir.

KESIMPULAN :
·         Cara menggunakan Adobe audition harua dipelajari secara mendetail, kalo tidak kita akan ketinggalan.
·         Untuk mengedit lagu, dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, da kapan saja,asalkan kita memiliki PC dan program tsb.



Cara Menyambung Lagu Menggunakan Adobe Audition

Akhir – akhir ini masyarakat kita sedang dilanda demam Indonesia Mencari Bakat yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta di tanah air.Pada acara tersebut ditampilkan berbagai macam bentuk kesenian, mulai dari menyanyi,memainkan alat musik dan juga menari.Kalau kita perhatikan dengan seksama pada waktu salah satu peserta yang menunjukkan kebolehannya dalam menari kita di perdengarkan alunan musik pengiring yang bervariasi dan silih berganti membentuk suatu musik campuran yang sesuai dengan gerakan penarinya.Lalu bagaimana bermacam – macam musik itu bisa menjadi satu ? Jawabannya adalah, lagu – lagu tersebut telah disambung dan di mixdown menjadi satu file.Dalam tutorial kali ini akan saya bahas teknik menyambung lagu seperti keterangan diatas.Langsung aja kita mulai tutorialnya

Langkah 1
  • Buka Software Adobe Audtion kemudian klik Multitrack View
  • Klik file – new session – klik sample rate yang diinginkan misal 44100 – klik ok
Langkah 2
  • Masukkan lagu yang ingin kita sambung dengan cara klik kanan pada track 1 – klik insert – klik audio – cari lokasi penyimpanan lagu – klik open.
Langkah 3
  • Lakukan langkah 2 sebanyak lagu yang dikehendaki.misalkan kita memakai tiga buah lagu berarti kita lakukan langkah 2 sebanyak tiga kali
.Sebagai catatan dalam memilih lagu usahakan memilih lagu yang mempunyai beat atau irama yang sama atau kelipatannya,agar hasil akhir nanti enak untuk didengar. Lihat gbr di bawah ini
Langkah 4
  • Langkah selanjutnya adalah memotong lagu, langkahnya sama seperti tutorial sebelumnya.
  • Atau bisa juga dengan menggulung waveform,langkahnya klik ujung kanan atau kiri waveform sesuai keinginan sehingga muncul tanda
Kemudian drag sepanjang lagu yang diinginkan.Lihat gambar
Langkah 5
  • Selanjutnya atur letak lagu sesuai keinginan dengan cara memindah letak waveform menggunakan toolbar Move / Copy clip tool [ v ].
Langkah 6
  • Haluskan hasil potongan dengan menggunakan teknik fade in pada awal waveform dan fade out pada akhir lagu.langkahnya.klik garis bagian atas dari waveform yang merupakan garis untuk pengaturan volume envelope lagu sehingga muncul titik awal.kemudian klik sekali lagi sebagai titik akhir.kemudian drag kebawah, sehingga suara akan terdengar dari pelan menjadi keras secara bertahap ( fade in ) pada awal lagu atau sebaliknya ( fade out ) pada akhir lagu.
Lihat gbr di bawah ini.
Langkah 7
  • Atur keseimbangan volume dan equalisasi masing – masing track dengan mengatur toolbar volume dan equalizer yang ada disisi kiri tiap – tiap track.sehingga suara terdengar seimbang saat pergantian lagu.

Langkah 8
  • Jika dirasa sudah cukup.maka langkah selanjutnya adalah menggabungkan ke tiga file lagu tersebut atau istilahnya adalah mixdown ( bounce ).langkahnya…
  • Klik kanan pada track yang masih kosong – klik mixdown to track ( bounce ).terdapat 4 pilihan:
a.      All Audio Clip : Memixdown semua waveform dengan output stereo.
b.      Selected Audio Clip : Memixdown waveform yang kita seleksi dengan output stereo
c.       All Audio Clip(mono :Memixdown semua waveform dengan output mono.
d.       Selected Audio Clip(mono)  :Memixdown waveform yang kita seleksi dengan output mono. Pilih sesuai keinginan.
                                  Lihat gambarbr dibawah ini
Tunggu proses mixdown selesai.setelah selesai akan muncul waveform baru bertuliskan mixdown.
×          Klik waveform baru tersebut – klik edit view
×          Kemudian lakukan penyimpanan.bisa dengan format mp3 atau wav.
NB : waveform ( file gelombang suara / lagu )